
kini anakmu tergeletak sebagai rockstar gang buntu
tanpa sempat berucap “terima kasih ayah, ibu…”

kini anakmu tergeletak sebagai rockstar gang buntu
tanpa sempat berucap “terima kasih ayah, ibu…”
Photograph & Digital Imaging.
Title taken from Psychofreud’s Dub.
Kolaborasi foto bersama Stéphanie Bozonnet, Hair Stylist asal Prancis ini sebetulnya sudah lama, sekitar bulan November 2009. Namun baru-baru ini saya mendapatkan kabar sudah dimuat di majalah Coiffure edisi berbahasa Prancis.
Ceritanya November lalu saya berkenalan dengan Stéphanie yang berprofesi sebagai staf pengajar hair styling di salah satu institut Paris. Ia memang sengaja berkunjung ke Bali untuk mengadakan eksperimen rambut dengan paduan rias dan wardrobe ala Bali.

Kami sebelumnya sempat kelimpungan mencari dua orang model untuk eksperimen ini karena rata-rata fee model di Bali tinggi sekali per jamnya dan kadang nggak worth dengan kemampuannya. Beberapa yang kami hubungi bahkan mematok harga 1.8 juta rupiah untuk session maksimal tiga jam.
Beberapa waktu lalu bersama Tudick, kami menggarap konsep foto rocker berdarah dingin
karena sang aktor, Tolet, memang cocok untuk konsep itu. Dengan tattoo-nya yang menghiasi bahu hingga punggungnya dan juga kepiawaiannya bermain gitar, konsep ini muncul dadakan di benak kami begitu sampai di lokasi, yaitu di kompleks pertokoan Lokitasari yang keberadaannya di tengah kota Denpasar kini sungguh memprihatinkan.

Made Hendra Wirawan, working full-time at Zoom Bali. This blog is intended for
personal journal and doesn't represent my employee's or anyone else's unless mentioned.
And oh, my blog mostly written in Bahasa Indonesia just in case you wondering why this blog sounds strange.